BANDA ACEH Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irjen Polisi Rismawan, menegaskan bahwa Polisi Masyarakat (Polmas) bukan barang baru dan dibentuk sebagai upaya untuk lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Dulu namanya Babin Kamtibmas, namun sesuai semangat reformasi khususnya diinstitusi kepolisian maka sekarang disebut dengan Polmas yang tujuannya juga sama yakni mendekatkan Polri dengan masyarakat, katanya di Banda Aceh, Kamis (22/11).
Ia menjelaskan, peran yang akan dimainkan Polmas yakni bersama sama masyarakat guna membangkitkan kembali semangat bermusyawarah, melalui sebuah wadah yang disebut dengan FORUM Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM). Pembentukan FKPM diharapkan terjalin hubungan komunikasi yang baik antar masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah lingkungan (desa), termasuk penyelesaian sengketa. FKPM sebagai mediator jika diminta, kata dia.
Jika di desa nantinya telah terbentuk FKPM atas permintaan masyarakat maka akan dibangun sebuah balai bagi kelancaran kegiatan operasional FKPM. Pembangunan balai FKPM itu tentunya diharapkan dukungan masyarakat, tambah Kapolda.
Pembentukan FKPM di masing masing desa sangat diharapkan adanya dukungan masyarakat. Artinya, FKPM di sebuah desa itu akan terbentuk atas dasar keinginan dan kesadaran masyarakat di masing masing desa, jelas Kapolda.
Dalam operasionalnya, kata Irjen Rismawan, jika di seluruh desa di Aceh telah terbentuk FKPM maka tidak semestinya dilengkapi dengan seorang personil Polri, sebab jumlah Polri yang terbatas.
Di Aceh sendiri terdapat hampir 6.000 desa, sementara kekuatan personil polisi sangat terbatas. Kalau nanti seluruh Aceh sudah ada balai FKPM, maka kemungkinan besar seorang polisi membawahi tugas dua atau ditiga desa, kata Kapolda. Irjen Rismawan, menjelaskan kekuatan personel Polri di seluruh Aceh hingga saat ini tercatat sekitar 12 ribu orang.
Sementara Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar menjelaskan, pihaknya memberi dukungan penuh pada Polmas yang nantinya menjadi mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah, termasuk menciptakan suasana yang lebih kondusif di Aceh. Kita memberikan apresiasi positif atas terbentuknya Polmas yang kita harapkan menjadi mitra baik dengan masyarakat dan pemerintah. Apalagi, Polmas itu mendapat dukungan lembaga dunia (IOM), katanya.(sumber:www.serambinews.com)
Selasa, 02 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar