Selasa, 02 Desember 2008

Kapolda : Polisi Masyarakat Mitra Sejajar

BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Rismawan MM mengharapkan agar polisi dan masyarakat dapat menjalin kemitraan sejajar, baik dalam penyelesaian maupun mengatasi permasalahan sosial yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tanpa kemitraan sejajar, polisi tidak dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kapolda Aceh, pada diskusi Implementasi Perpolisian masyarakat (Polmas) dengan pendekatan Budaya Aceh di Aula Pendapa Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (24/4). Diskusi yang diikuti elemen pemerintahan, tokoh masyarakat, dan LSM lokal dan asing itu, dilaksanakan oleh International Organization for Migration (IOM), bekejasama dengan European Union, Aceh Peace Process Support (APPS), The Royal Netherlands Embassy, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Rismawan menyebutkan model perpolisian saat ini, lebih kepada kemitraan. Selain penyelesaian masalah sosial yang mengancam Kamtibmas, pembentukan polmas juga bertujuan, mengurangi kejahatan dan rasa takut terhadap kejahatan. Di samping itu tujuan lainnya lebih kepada peningkatan kualitas hidup warga setempat, dari segi pemecahan masalah. Polmas menuntut polisi dan masyarakat menjalin ikatan baik. Karena upaya itu dapat menekan angka kejahatan yang sewaktu-waktu dapat menganggu kamtibmas, ujar Rismawan.

Dia menyebutkan pengertian itu lebih mengarahahkan pada pemberdayaan masyarakat, sehingga tidak semata-mata masyarakat sebagai objek dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian melainkan sebagai subjek.

Diskusi itu juga diisi beberapa pemateri di antaranya Irjen Pol (Purn) Ronny Lihawa, dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman. Ronny secara umum memaparkan bahwa hadirnya Polmas karena keberadaan polisi dan warga semakin jauh. Sehingga strategis pemolisian tradisional yang dijalankan tidak efektif menghadapi perubahan masyarakat. Dampak itu akan menimbulkan situasi kamtibmas memburuk, rasa aman tidak meningkat, dan kualitas hidup merosot.

Maka, polisi sering dianggap gagal dan perlu melakukan strategis baru. Polmas berjalan efektif di beberapa negara maju, salah satunya Inggris. Polisi ditugaskan di setiap desa secara tetap, patroli dengan jalan kaki dan sepeda. Sehingga polisi dan warga, sangat dekat dan menjadi bagian dari warga serta masalah kamtibmas diatasi bersama, papar Ronny.

Sementara Ketua MAA Badruzzaman memaparkan pokok-pokok implementasi Polmas dalam masyarakat Aceh. Dia mengatakan unsur-unsur dan pusat kegiatan dalam intitusi Polmas perlu memperhatikan hal-hal fungsional masyarakat setempat. Diharapkan unit-unit Polmas tertentu, dapat diikuti sertakan unsur perempuan dalam gampong dan mukim serta memelihara sinkronisasi kehidupan budaya adat, dalam penyesuaian dengan Polmas, kata Badruzzaman.(sumber:www.serambinews.com)

Tidak ada komentar: